Cara Merawat Burung Trucukan

Diposting pada

Cara Merawat Burung TrucukanMerbah cerukcuk atau trucukan merupakan burung pengicau dari keluarga Pycnonotidae.

Burung trucukan memiliki nama latin Pycnonotus goiavier dan dalam literasi Internasional ia disebut Yellow-vented Bulbul.

Di Nusantara ada banyak sebutan untuk burung merbah ini, diantaranya cica, cerukcuk, cucak, jogjog hingga terucuk atau cerocokan.

Cara Merawat Burung Trucukan

Cara Merawat Burung Trucukan

Trucukan merupakan burung klasik yang memiliki suara menarik dan fans fanatik. Dari bentuk fisik, burung ini memang kurang menarik, tubuhnya di dominasi warna bulu cokelat dan putih keabu-abuan.

Lalu apa yang embuat para kicaumania terpikat olehnya? Yups, suara ropelnya yang khas. Suara trucukan ropel memiliki irama yang mendayu-dayu dan terdengar merdu. Terlebih ditambah dengan gaya ngegaruda atau membuka sayap ketika berkicau.

Namun perlu diketahui, membuat trucukan menjadi ropel bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan perawatan yang baik dan menghabiskan waktu yang tidak sebentar. Jadi tidak heran jika trucukan ropel dihargai cukup mahal dipasar burung.

Lalu seperti apa sih cara merawat burung trucukan agar ropel? Bagi yang paham dan sudah penasaran, silahkan baca terus artikel berikut ini.

Perawatan Harian Burung Trucukan

Umumnya ada dua jenis perawatan bagi burung kicau, yaitu perawatan harian dan perawatan lomba. Untuk pembahasan yang pertama kita akan mengulas pola perawatan harian. Silahkan simak dengan baik beberapa point berikut ini!

  • Pada pagi hari sekitar jam 06.30 burung diangin-anginkan di teras selama 30 menit.
  • Selanjutnya jam 07.00 burung dimandikan. Cara memandikanya bisa menggunakan metode semprot atau keramba.
  • Bersihkan kandang harian dari kotoran burung. Bila perlu gunakan desinfektan khusus kandang burung.
  • Tambahkan atau ganti Air minum, Voer dan buah segar.
  • Untuk meningkatkan kualitas kicau burung, berikan 2 ekor jangkrik dalam cepuk pakan tambahan. (Dilarang memberikan jangkrik secara langsung)
  • Setelah selesai mandi, burung dijemur kurang lebih 1-2 jam/hari. Waktu penjemuran yang bagus yaitu antara jam 07.00 – 10.00. Saat burung dijemur, pastikan ia tidak melihat burung sejenis.
  • Apabila penjemuran dirasa sudah cukup, burung diangin-anginkan lagi diteras kurang lebih selama 10 menit. Kemudian biarkan burung istirahat dengan cara di krodong.
  • Dalam masa istirahat (jam 10.00 – 15.00), anda bisa memasterkan burung menggunakan suara trucukan gacor lain.
  • Pada sore hari setelah istirahat (Jam 15.00) burung kembali diangin-anginkan diteras agar menghirup udara segar, bila perlu burung bisa dimandikan lagi.
  • Saat diangin-anginkan, burung kembali diberi 2 ekor jangkrik dengan cara diletakan dalam cepuk pakan tambahan. Ingat! jangan diberikan secara langsung!
  • Burung dikerodong kembali saat jam 18.00 hingga pagi hari. Pada masa ini anda bisa memperdengarkan suara masteran lagi.

Itulah pola perawatan harian burung trucukan. Anda bisa mengulangi proses diatas setiap hari. Untuk pola rawatan lomba, silahkan lihat dibawah ini.

Cara Merawat Burung Trucukan Buat Lomba

Pada dasarnya perawatan trucukan lomba hampir sama dengan perawatan harianya.

Pola perawatan lomba ini bertujuan untuk mempersiapkan burung agar memiliki stamina yang stabil dengan tingkat birahi yang pas.

Keberhasilan dalam perawatan lomba ini sangat bergantung pada pemahan terhadap karakter burung tersebut.

Berikut ini cara merawat trucukan untuk lomba :

  • H-3 sebelum lomba, porsi jangkrik ditambah menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, durasi penjemuran maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum digantang di arena lomba, berikan 2 ekor jangkrik dan 10-20 ekor Ulat Hongkong.
  • Saat burung akan turun diarena lomba, berikan 1 ekor Jangkrik lagi.

Catatan :

  • Agar burung tidak kaget, berilah kesempatan untuk beradaptasi pada lapangan.
  • Jangan pernah memandikan burung saat di lapangan lomba karena dapat menyebabkan birahi burung tidak stabil.

Perawatan Trucukan Pasca Lomba

Meski terlihat sepele, burung mengeluarkan banyak stamina pada saat lomba. Oleh karena itu kita perlu mengembalikan atau memulihkan stamina burung tersebut.

Berikut ini berapa point yang bisa anda ikuti agar stamina dan kondisi burung pulih :

  • Porsi pakan tambahan seperti Jangkrik kembali seperti perawatan Harian.
  • Berikan asupan vitamin seperti SUPERVIT di H+1 setelah Lomba.
  • Penjemuran maksimal 30 menit dilakukan hingga H+3 setelah lomba.
  • Selanjutnya bisa anda terapkan perawatan harian seperti biasanya.

Demikinalah cara merawat burung trucukan agar gacor baik perawatan harian, persiapan untuk lomba hingga perawatan pasca lomba. Semoga pola perawatan tersebut bisa bermanfaat. Bagi anda yang ingin mendapatkan tips lain seputar burung kicau, pastikan kunjungi terus CitCuit.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *